Oknum Agri Andalas Kembali Berulah, Panen Sawit di Lahan Status Quo

SELUMA – Polemik lahan Eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Jenggalu Permai yang izinnya sudah berakhir sejak tahun 2016 tak kunjung usai. Warga desa penyanggah bersama anggota Polsek Sukaraja dan TNI kembali menghentikan oknum dari PT Agri Andalas yang sedang memanen buah kelapa sawit di lahan yang berstatus quo tersebut.

“PT Agri Andalas ini masih berulah di lahan eks PT Jenggalu Permai, belum lama ini karyawan PT Agri Andalas sudah dua kali dihentikan melakukan panen di lahan tersebut, kini kembali berulah,” kata Kades Jenggalu Jhon Midarling, Rabu, 24 April 2021.

Bahkan kali ini, lanjut Jhon, aktivitas panen sawit dipimpin langsung salah seorang petinggi PT Agri. Oleh sebab itu, ia langsung berkoordinasi dengan aparat keamanan dan Camat Sukaraja agar tidak terjadi gesekan.

“Tadi itu yang panen buah sawit itu petinggi PT Agri Andalas, dipimpin Pak Rahmat, Kepala Humas Kebun Pasar Ngalam beserta rombongan, termasuk pihak keamanan yang dibayar oleh PT Agri,” ungkapnya.

Sawit yang sudah dipanen pun akhirnya tak boleh dibawa, ditumpukkan di salah satu basecamp PT Agri. Tak hanya itu, pihaknya juga sempat meminta pihak PT Agri menunjukkan legalitas pengelolaan lahan tersebut.

“Jika ingin panen silahkan tunjukan bukti legalitas dan bukti SPT PBB yang dibayarkan selama 26 tahun, jika itu sudah jelas silahkan melakukan aktivitas di lahan tersebut,” tukas Jhon.

Sebelumnya, Kabag Tapem Setda Seluma Dadang Kosasi mengatakan, kendati izin HGU sudah habis, tapi secara perdata tanaman yang tumbuh di atasnya masih menjadi hak milik pengelola.

“HGUnya memang sudah berakhir, yang artinya lahan tersebut kembali ke negara, akan tetapi secara keperdataan tanam tumbuh di atasnya tetap menjadi hak milik yang mengelola,” terang Dadang.

Lahan tersebut saat ini berstatus quo. Untuk itu, kata Dadang, pihaknya akan terlebih dahulu berkomunikasi dengan Forkopimda Seluma untuk langkah selanjutnya.

“statusnya quo sekarang, artinya tidak bisa dilakukan aktivitas, karena sudah menyalahi aturan yakni take over pada tahun 1994 dan prosesnya di bawah tangan antara PT Jenggalu Permai dengan PT Agri Andalas,” pungkasnya. (Bencool/Tomi)

Terbaru

DL Harus Bermanfaat, Erwin Perjuangkan Pembangunan Gedung Obat ke Pusat

SELUMA - Dinas Luar (DL) harus bermanfaat seperti itulah ungkapan Bupati Seluma Erwin Octavian belum lama ini. Hal itu dibuktikan Erwin dalam DL minggu ini, dengan memperjuangkan mobil pelayanan KB dan pembangunan gudang obat...

Tabat Seluma-Bengkulu Selatan Segera Sidang?

SELUMA - Pasca pendaftaran ke PN Tais, Pemkab Seluma tengah menunggu penjadwalan sidang di Mahkamah Agung, terkait tapal batas (Tabat) antara Kabupaten Seluma dan Bengkulu Selatan. Pihak Seluma menggugat Permendagri Nomor 9 Tahun 2020...

Akhir Januari, Seluruh Bangunan Liar di Simpang Enam Tais Dibongkar

SELUMA - Penertiban bangunan liar di sepanjang jalur dua Simpang Enam menuju jembatan layang akan kembali dilakukan, mengingat saat ini masih ada beberapa bangunan liar di lahan Pemkab Seluma yang belum dilakukan pembongkaran. Disampaikan Kabag...

Related Articles

DL Harus Bermanfaat, Erwin Perjuangkan Pembangunan Gedung Obat ke Pusat

SELUMA - Dinas Luar (DL) harus bermanfaat seperti itulah ungkapan Bupati Seluma Erwin Octavian belum lama ini. Hal itu dibuktikan Erwin dalam DL minggu ini, dengan memperjuangkan mobil pelayanan KB dan pembangunan gudang obat...

Tabat Seluma-Bengkulu Selatan Segera Sidang?

SELUMA - Pasca pendaftaran ke PN Tais, Pemkab Seluma tengah menunggu penjadwalan sidang di Mahkamah Agung, terkait tapal batas (Tabat) antara Kabupaten Seluma dan Bengkulu Selatan. Pihak Seluma menggugat Permendagri Nomor 9 Tahun 2020...

Akhir Januari, Seluruh Bangunan Liar di Simpang Enam Tais Dibongkar

SELUMA - Penertiban bangunan liar di sepanjang jalur dua Simpang Enam menuju jembatan layang akan kembali dilakukan, mengingat saat ini masih ada beberapa bangunan liar di lahan Pemkab Seluma yang belum dilakukan pembongkaran. Disampaikan Kabag...