Pro dan Kontra Tambang Pasir Besi di Pasar Seluma

SELUMA – Keberadaan tambang pasir besi di Desa Pasar Seluma Kecamatan Seluma Selatan sempat ditolak masyarakat dan Pemkab Seluma pada tahun 2018 lalu. Namun kini, tambang yang dikelola PT Paming Lepto itu kembali beraktivitas memulai proses pertambangan pasir besi.

Lantaran lokasinya diklaim masuk wilayah Cagar Alam (CA), rencana akan berdirinya kembali tambang pasir besi tersebut pun berpolemik. Bahkan BKSDA Wilayah II Provinsi Bengkulu akan berkoordinasi ke Badan Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) XX Bandar Lampung guna memastikan lokasi tambang masuk CA atau tidak.

“Personel kami memang sudah mengambil koordinat di lapangan, titik yang diambil itu kita plotkan. Masuk atau tidaknya, itu dalam proses, untuk menetapkan secara legal, nanti kita berkordinasi ke BPKH Bandar Lampung. Karena secara legal merekalah yang punya legalitas dan memiliki alat,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Bengkulu Said Jauhari.

BKSDA sendiri saat ini belum mengetahui titik lokasi yang akan ditambang oleh PT Paming Lepto. Sebab biasanya BKSDA mendapatkan surat untuk menentukan CA terhadap pertambangan ataupun bangunan yang masuk CA.

“Secara prosedur perusahaan menyampaikan peta dan titik koordinat melalui dinas perizinan terkait. Dari hal tersebut, bisa kami jadikan dasar secara legal,” ujarnya.

Sementara itu, meski keberadaanya mendapat penolakan dari sejumlah pihak, namun sekitar 180 perwakilan masyarakat justru mendeklarasikan diri mendukung kehadiran investor yang akan berinvestasi. Pun begitu Ketua BPD Pasar Seluma Yus Sukardi.

Menurutnya, saat ini masyarakat sangat membutuhkan lapangan pekerjaan dan kehadiran investor akan menjadi salah satu jawabannya. Juga diyakini akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

“Masyarakat ini butuh pekerjaan, masyarakat inikan Mayoritas petani, nelayan, dan buruh tani, jadi hal-hal yang menyangkut kebutuhan dan kepentingan masyarakat tentu kami mendukung,” sebut Sukardi, Jumat, 12 November 2021.

Kalaupun sebelumnya terjadi penolakan, hal itu dikarenakan masyarakat belum mengetahui dengan jelas proses dari penambangan pasir besi tersebut.

“Kami salah paham, tapi setelah mendapatkan penjelasan yang tepat, akhirnya masyarakat setuju dan mendukung kehadiran investor ini,” terang Sukardi.

Dia menambahkan, di Desa Pasar Seluma terdapat 200 lebih kepala keluarga, dan 180 di antaranya telah mendukung kehadiran tambang pasir besi ini, yang berarti mayoritas masyarakat Pasar Seluma mendukung.

Di sisi lain, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) diminta untuk segera mengusulkan peninjauan ulang status Cagar Alam (CA) di sepanjang pesisir pantai Kabupaten Seluma ke Kementerian Kehutanan. Sebab menurut informasi yang diterima Wakil Ketua I DPRD Seluma Sugeng Zonrio, sepanjang pesisir tersebut masuk kawasan CA.

Jika demikian, maka tidak bisa dimanfaatkan dan dikelola oleh masyarakat maupun pihak investor yang akan berinvestasi di sepanjang pantai tersebut.

“Kita minta tinjau ulang dulu status cagar alam ini, masa sepanjang pesisir pantai kita ini masuk semua, terus yang bisa kita manfaatkan dan kita kelola pesisir yang mana,” ujar Sugeng, Senin, 15 November 2021.

Di samping memang harus menjaga dan melestarikan kekayaan alam yang ada, lanjut Sugeng, tentu pemanfaatan dan pengelolaan yang berdampak bagi perekonomian masyarakat juga harus dilakukan.

“Kita dikasih kekayaan alam yang berlimpah, pantai, perbukitan, dan lainnya, kita harus jaga ini tapi juga harus kita manfaatkan dan kita kelola sehingga nanti bisa berdampak baik untuk Seluma, baik dari PAD sampai ke kesejahteraan masyarakat, kalau masuk cagar semua mana yang untuk masyarakatnya,” jelas Sugeng.

Menyikapi akan beroperasinya tambang pasir besi di Desa Pasar Seluma, ia katakan sangat mendukung, namun tetap harus melihat dampak positif dan negatifnya bagi masyarakat sekitar.

“Kita kembalikan ke masyarakat, kalau ini nantinya bisa berdampak baik bagi masyarakat tentu kita sangat mendukung, dan terpenting perizinan juga harus lengkap,” katanya.

Dan masyarakat juga harus mendukung visi misi bupati yakni Seluma Mudah Berinvestasi.

“Seluma ini butuh investor dan ini juga visi bupati kita, kita wajib dukung, karena dengan adanya investor bisa kita pastikan Seluma ini akan maju baik dari ekonomi masyarakat maupun PAD kita,” tutup Sugeng.

Izin Lengkap

Menyikapi polemik yang terjadi, PT Paming Lepto mengaku sudah memiliki izin lengkap bahkan sudah menyerahkan izin tersebut ke Kades Pasar Seluma.

“Berkas perizinan yang kita serahkan ke kades pada Jumat lalu itu mulai dari titik koordinat tambang, studi kelayakan, peta lokasi kawasan tambang, serta UKL/UPL, semuanya lengkap,” ungkap Manajemen PT Paming Lepto Alberto Spadola, Senin, 15 November 2021.

Menurutnya, jika perizinan sudah dikeluarkan berarti kawasan HGU tidak termasuk ke dalam CA.

“Kalau masuk cagar alam tidak mungkin kementerian mengeluarkan izin,” kata Alberto.

Dijelaskan bahwa proses tambang pasir besi tidak sama dengan tambang pasir. Jika diperbandingan, dari satu ton pasir yang dikelola maka yang akan diambil tidak sampai seperempat dari satu ton tersebut. Sebab hanya kandungan besi saja yang diambil, selanjutnya pasir tersebut akan dikembalikan lagi ke bibir pantai.

“Kita akan reboisasi kembali pasirnya, yang kita ambil itu hanya biji besinya. Itu perbandingannya jelas, jika satu sekop yg kita ambil, biji besinya itu paling banyak satu sendok teh yang dihasilkan, ini ada buktinya yakni di Kabupaten Kaur dan ada juga di Kalimantan,” jelas Alberto.

Ditambahkan Penasihat Hukum PT Paming Lepto Husni Thamrin, keberadaan tambang pasir besi akan banyak berdampak positif, seperti peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pihak desa setempat yang jelas akan menerima dampak langsung, mulai dari tenaga kerja, juga sarana fasilitas umum yang akan dibangun, antara lain puskesmas pembantu yang menggratiskan warga untuk berobat.

“Tidak ada aturan yang kita langgar. Semua kita ikuti sesuai prosedurnya. Termasuk kewajiban nantinya, semua akan kita ikuti dan laksanakan,” tegasnya.

Seluma saat ini sangat membutuhkan anggaran untuk menyukseskan semua program pro masyarakat yang digagas. Kehadiran investor yang akan berinvestasi merupakan jawaban, sesuai dengan salah satu visi kepala daerah yakni Seluma Mudah Berinvestasi.

“Mudah bukan berarti gampang, jadi jangan salah artikan. Aturan harus tetap ditaati dan ini telah diikuti oleh PT Paming Levto,” tandas Husni.

Dukung Investasi Masuk ke Seluma

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Seluma Sudi Hermanto menyatakan siap mendukung investor yang akan berinvestasi di Kabupaten Seluma. Mengingat kondisi keuangan daerah yang sangat minim, jika tidak ada investor yang berinvestasi maka Seluma sulit untuk maju.

Ditegaskan Sudi, Seluma membutuhkan banyak investor yang menanamkan investasinya. Namun ia juga mengimbau agar investor terlebih dahulu melengkapi perizinan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Ini juga salah satu dari lima program Bupati Seluma yakni Seluma Mudah Berinvestasi dan Seluma Melayani, maka oleh karena itu dengan keuangan pemerintah daerah saat ini akan sulit untuk membangun Seluma tanpa adanya investor yang masuk,” ujar Sudi, Rabu, 10 November 2021.

Untuk itu ia berharap agar masyarakat jangan mudah terprovokasi, jika hal tersebut berdampak baik untuk masyarakat maka wajib didukung.

“Diharapkan masyarakat jangan mudah terprovokasi, jangan mudah mengatakan untuk menolak investor yang hadir, karena sekali lagi investor yang akan masuk semuanya akan diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat Seluma, terutama masyarakat sekitar di mana investasi itu dilakukan,” kata Sudi.

Berkaitan dengan tambang pasir besi di Pasar Seluma, Sudi katakan, DPRD sangat mendukung apabila memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Tapi DPRD berharap nanti CSR itu dapat dilakukan, kemudian dapat mempekerjakan dan memperdayakan masyarakat sekitar untuk berkerja di lokasi itu,” harapnya.

Ia mengingatkan, masyarakat jangan alergi terhadap investasi karena banyak daerah maju karena adanya investor yang berinvestasi. Jika berbicara tetang kerusakan lingkungan, sudah ada pihak-pihak yang menilai itu, dan berkaitan dengan perizinan juga ada pihak yang akan mengurusnya.

“Kerusakan lingkungan, perizinan, itu ada pihak yang menilai, yang jelas itu jangan sampai berdampak negatif kepada masyarakat. Sepanjang itu dampaknya positif serta perizinan lengkap dan sesuai prosedur, maka masyarakat harus mendukung,” demikian Sudi. (Bencool/Tomi)

Terbaru

Warga Seluma Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan

SELUMA - Warga Desa Tanjung Seluai Kecamatan Seluma Selatan Muhammad (52) ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam rumahnya, Rabu, 26 Januari 2022. Jenazah Muhammad pertama kali ditemukan oleh Dullah yang tak lain adalah tetangganya...

Makmurkan Masjid, Erwin Kirim 12 Dai ke 4 Kecamatan

SELUMA - Bupati Seluma Erwin Octavian melepas 12 dai dari Dewan Dakwah Islamiah Provinsi Bengkulu menuju desa-desa di Kecamatan Seluma Utara, Ilir Talo, Semidang Alas, dan Semidang Alas Maras, Rabu, 26 Januari 2022. Hal ini...

Pilkades Serentak 9 Juni, Calon Kades Wajib Vaksin Dua

SELUMA - Pemkab Seluma menetapkan Pilkades Serentak di 37 desa se-Kabupaten Seluma diselenggarakan pada 9 Juni 2022 mendatang. Tak hanya itu, juga diputuskan bahwa calon kades wajib sudah vaksin dosis kedua, sementara pemilih minimal...

Related Articles

Warga Seluma Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan

SELUMA - Warga Desa Tanjung Seluai Kecamatan Seluma Selatan Muhammad (52) ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam rumahnya, Rabu, 26 Januari 2022. Jenazah Muhammad pertama kali ditemukan oleh Dullah yang tak lain adalah tetangganya...

Makmurkan Masjid, Erwin Kirim 12 Dai ke 4 Kecamatan

SELUMA - Bupati Seluma Erwin Octavian melepas 12 dai dari Dewan Dakwah Islamiah Provinsi Bengkulu menuju desa-desa di Kecamatan Seluma Utara, Ilir Talo, Semidang Alas, dan Semidang Alas Maras, Rabu, 26 Januari 2022. Hal ini...

Pilkades Serentak 9 Juni, Calon Kades Wajib Vaksin Dua

SELUMA - Pemkab Seluma menetapkan Pilkades Serentak di 37 desa se-Kabupaten Seluma diselenggarakan pada 9 Juni 2022 mendatang. Tak hanya itu, juga diputuskan bahwa calon kades wajib sudah vaksin dosis kedua, sementara pemilih minimal...