Terkait Temuan Sidak, Dua Tambang Berikan Klarifikasi ke Pansus

BENGKULU – Perwakilan Dua perusahaan tambang batu bara di Kabupaten Bengkulu Tengah, Senin siang (28/6/2021) mendatangi Gedung DPRD Provinsi Bengkulu.

Kedatangan perwakilan dua perusahaan ini, masing-masing PT Bukit Sunur dan PT Kusuma Raya Utama (KRU), guna mengklarifikasi temuan dewan provinsi pada saat melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) beberapa waktu lalu.

“Dalam rapat hari Senin terkait undangan Pansus RPPLH kepada 2 perusahaan tambang batu bara, PT Bukit Sunur dan PT Kusuma Raya Utama,” terang Ketua Pansus Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring.

Ia menyebut, kedua perusahaan telah memberikan klarifikasi terkait dengan temuan saat kunjungan kerja Pansus, di antaranya kawasan hutan yang rusak, program reklamasi, terkait kawasan hutan yang digunakan, kawasan sungai hulu dan hilir Air Kemumu, serta hulu dan hilirnya Sungai Bengkulu.

“Karena ini aspirasi dari masyarakat kota yang selalu banjir dan rencana program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” ucapnya, Selasa (29/6/2021).

Terkait dengan hulu dan hilir air sungai, kata Usin, mereka (PT Bukit Sunur dan PT KRU) setiap saat memeriksa, tetapi mereka akan menyampaikan Rencana Pengelolaan dan Pemeliharaan Hulu dan Hilir Sungai Air Kemumu untuk pemeliharaannya.

Dijelaskannya, terkait kawasan hutan yang digunakan, mereka menyampaikan sudah ada yang direklamasi, tetapi belum diserahterimakan kepada kehutanan dan pertambangan. Masih di evaluasi.

“Ada juga wilayah IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan) yang dipinjam pakaikan melalui perjanjian antara PT Bukit Sunur dan PT KRU untuk sarana dan prasarana,” sampainya.

“Nah ini akan diperpanjang, dan sudah diajukan untuk wilayah yang 140 hektar untuk sarana dan prasarana yang digunakan oleh KRU, dari IPPKH nya Bukit Sunur,” sambung Usin.

Untuk CSR, kata Usin, mereka akan menyampaikan laporan. “Kita minta mereka juga untuk fokus pada kesehatan masyarakat. Hal ini terkait juga dengan aspirasi masyarakat dan kepala desa di situ,” ujarnya.

Dia menambahkan, mereka juga menyampaikan temuan-temuan yang ada akan diperbaiki dan akan dilaporkan ke DPRD, juga terkait dengan dokumen-dokumen penguat apa yang mereka sampaikan itu.

“Tadi ada yang diserahkan, yang kurang-kurang akan diserahkan ke DPRD,” tandasnya.

Diketahui, Pansus RPPLH dan RTRW Dewan Provinsi saat melakukan Sidak mendapatkan beberapa temuan, di antaranya di PT KRU tidak adanya jarak otlet terakhir dengan Air Kemumu.

Padahal, pengaturan di Raperda nanti akan diberikan batas jarak antara outlet terakhir ke pengelolaan atau pencucian batu bara ke sumber Air Kemumu.

Lalu, sumber Air Kemumu fakta-faktanya menunjukkan sangat keruh. PT KRU diduga tidak melakukan perencanaan dari tambang batu bara untuk melakukan pemeliharaan, pengawasan, di aliran hulu dan aliran hilir sungai.

PT KRU diduga salah satu yang menyebabkan Air Sungai Bengkulu, anak Air Kemumu rusak.

Selanjutnya, didapatkan fakta bahwa PT KRU bekerjasama dengan Bukit Sunur dalam IPPKH. (ADV)

Terbaru

Warga Seluma Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan

SELUMA - Warga Desa Tanjung Seluai Kecamatan Seluma Selatan Muhammad (52) ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam rumahnya, Rabu, 26 Januari 2022. Jenazah Muhammad pertama kali ditemukan oleh Dullah yang tak lain adalah tetangganya...

Makmurkan Masjid, Erwin Kirim 12 Dai ke 4 Kecamatan

SELUMA - Bupati Seluma Erwin Octavian melepas 12 dai dari Dewan Dakwah Islamiah Provinsi Bengkulu menuju desa-desa di Kecamatan Seluma Utara, Ilir Talo, Semidang Alas, dan Semidang Alas Maras, Rabu, 26 Januari 2022. Hal ini...

Pilkades Serentak 9 Juni, Calon Kades Wajib Vaksin Dua

SELUMA - Pemkab Seluma menetapkan Pilkades Serentak di 37 desa se-Kabupaten Seluma diselenggarakan pada 9 Juni 2022 mendatang. Tak hanya itu, juga diputuskan bahwa calon kades wajib sudah vaksin dosis kedua, sementara pemilih minimal...

Related Articles

Terkait Pengelolaan Lingkungan Hidup, Komisi III Sambangi PT SBS dan CMBS

BENGKULU - Dua perusahaan yang beroperasi di wilayah bagian selatan Provinsi Bengkulu, yakni PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS) dan PT Cipta Mas Bumi Selaras (CMBS) menjadi sasaran Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu. Sebagai tindak lanjut...

Raperda Narkotika, DPRD Gelar Paripurna Jawaban Gubernur Terhadap Pandangan Umum Fraksi

BENGKULU - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memberikan jawaban terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Bengkulu atas Raperda tentang Pencegahan dan Penyalahgunaan Serta Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan Prekusor Narkotika, di Ruang Rapat Paripurna DPRD...

Gelombang Tinggi Picu Abrasi

BENGKULU - Diungkapkan Kepala Seksi Program Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Yumi lestari bahwa penyebab abrasi yang terjadi karena gelombang atau arus laut yang tinggi. Ombak di Bengkulu memang karakteristik dari...